Kamis, 07 April 2011

FF - He's Gone [oneshoot]

Title: He's Gone
Author: Nimas Kim Hyun Rin nimashinki
Genre:
Rating: All Ages/straight
Cast: Kim Jaejoong DBSK
-----------------------------
Liburan hari ini sangat menyenangkan, ayah dan ibuku mengajakku dan adiku perempuanku pergi ke vila milik teman ayahku. Aku sangat gembira, karena melawati liburan yang indah ini untuk menginap di vila. Aku tidak tau letak vila itu, ayahku dan ibuku pun juga tidak tau, karena teman ayahku yang akan mengantar kami kesana. Teman ayahku yang bernama Kim Junsu ajussi bersama keluarganya juga ikut di vila itu. Mereka punya 2 anak perempuan yang cantik-cantik. Umurnya sebaya denganku.
Kami sudah sampai di vila Min Hyuk ajussi. Istri Junsu ajussi mempersilahkan kami sekeluarga masuk.
“Silahkan masuk..”
“Ne gamsahamnida.” jawab ayahku dilanjutkan oleh ibu dan aku.
“Ajuma, apakah kamarku disini?” tanyaku pada Sun Mi ajuma, istri Junsu ajussi.
“Ani.. bukan, tapi disebelahnya.” jawab ajuma sedikit kaget dengan apa yang aku tanyakan.
“Ne, gamsahamnida ajuma.”
“Cheonmaneyo..”
Rasanya agak aneh dengan kamar ini. Aku merasa ada sesuatu. Tapi aku tak mempedulikannya. Aku tetap masuk dan beristirahat. Ketika sudah cukup lama, ada seseorang yang memanggilku.
“Kim Hyun Rin! Ayo cepat, saatnya makan malam.” ternyata suara eomma.
“Ne eomma.. tunggu sebentar, aku akan ke bawah.” ya, vila itu bertingkat dan kamarku ada di lantai dua.
Setelah selesai makan aku kembali ke kamarku. Aku ingin sekali ke kamar Eun Rin, adikku. Tapi kamarnya jauh, tidak jauh juga sih, tapi kamarnya ada dibalik kamarku.. Aku malas untuk kesana. Tapi aku mencoba keluar dari kamar untuk melihat-lihat suasana di luar. Saat aku keluar, aku melihat seseorang keluar dari kamar sebelah. Seorang namja yang tampan dan tinggi. Pantas saja tadi ajuma bilang kalau kamarku ada disini, ternyata disitu sudah ada yang menempati. Tapi siapa ya..? Aku semakin bingung dengan ini. Aku mencoba bertanya padanya.
“Annyeong, kau siapa ya..? Aku Kim Hyun Rin”
“….” tidak ada jawaban darinya. Dia beranjak pergi lalu aku mengikutinya.
“Heyy, bolehkah aku berkenalan denganmu. Tidak usah takut, aku ini orang baik kok.”
“Namaku Kim Jaejoong, mau apa kau? Apa kau mau melakukan apa yang dilakukan olehnya..? Hahh?”
“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” aku terus memandanginya.
“Ya! Apa maumu?” katanya membentaku.
“Aku hanya ingin berteman denganmu.”
“Jinjja? Aku tidak percaya.”
“Kenapa kau tidak percaya, apa aku seperti seorang pembohong?” aku meyakinkannya jika aku memang benar-benar ingin berteman dengannya. Dia diam. Lalu kami duduk di bangku teras vila. Udaranya sangat dingin. Tiba-tiba saja dia bersandar dibahuku.
“Euhh? kau kenapa? apa kau sakit?” aku bertanya padanya karna aku khawatir ada sesuatu terjadi padanya
“Aku takut, aku takut.”
“Kenapa kau takut?”
“Aku… aku tidak bisa menceritakannya.” jawabnya.
Aku semakin bingung dengan dirinya. Ada apa dengannya? Seseorang memanggilku dari arah dalam vila.
“Eonni,, eonni” suaranya seperti… bukan adikku.. tetapi anak teman ayahku. Kim Hye Na dan Kim Seo Hyeon.
“Eh? ada apa?”
“Kami tadi mencarimu dikamar, kami ingin mengobrol dengan eonni. Apa sekarang eonni bisa?” jelas Kim Hye Na.
“Bisa.. Tapi…” aku melihat namja tadi sudah tidak ada disampingku. Kemana dia? Cepat sekali perginya?
“Tapi apa eonni? Kau tidak mau mengobrol dengan kami ya?” tanya Kim Seo Hyeon.
“Bukan itu tapi tadi ada.. emm.. ada..”
“Ada apa eonni?” Kim Seo Hyeon kembali bertanya.
“Ah sudah lupan saja, ayo kita masuk ke dalam.”
“Eonni dikunci saja.” kata Kim Hye Na memberitahuku jika pintunya harus dikunci.
“Tapi nanti jika orang itu kembali bagaimana?”
“Orang yang mana eonni? sudah, ayo kita habiskan malam ini. Kunci saja eonni, tidak ada yang akan masuk lagi.”
“Baiklah” di dalam hatiku masih memikirkan Kim Jaejoong, namja tadi. Bagaimana dia akan masuk, jika dikunci.
Kami berada di kamar mereka berdua. Kami mengobrol bersama, tertawa bersama. Aku sangat ingin mecerita kepada mereka soal kejadian tadi, tapi aku urungkan niatku. Aku pendam sendiri saja. Aku masih bingung, siapa namja tadi, apakah pengurus vila ini? Tidak mungkin, pakaiannya sungguh modern, dan wajahnya sangat tampan, tidak mungkin dia menjadi pengurus vila ini. Aku mulai mengantuk, aku kembali ke kamarku. Mataku terbelalak melihat Kim Jaejoong yang akan masuk kamar. Lewat mana dia? Bukankah pintunya hanya satu, dan pintu itu sudah kukunci?
“Kim Jaejoong, kau belum tidur?” sapaku.
“Belum, kau juga?”
“Ne, aku baru saja dari kamar Seo Hyeon dan Hye Na.”
“Jinjja? Dimana kamarnya?”
“Eh? ada apa? kamarnya ada di balik kamarmu ini.”
“Ne, gomawo.”
Aku bingung dengan sikapnya. Setelah kuberi tau kamar Hye Na dan Seo Hyeon, dia langsung pergi ke kamar mereka. Apa dia kenal mereka? Aku memutuskan untuk tidur saja daripada memikirkan hal ini.
$$$
Pagi ini sungguh cerah, aku menikmatinya. Aku berjalan keluar dari kamar. Aku berniat membuka kamar Jaejoong. Setelah ku buka, tidak ada siapapun. Kamarnya sangat rapi, tak serapi kamarku di rumah.
“Hyun Rin!” seseorang mengagetkanku. Ternyata Sun Mi ajuma.
“Ajuma..”
“Hyun Rin, aku harap kau jangan membuka kamar itu lagi ya.”
“Memangnya kenapa ajuma?”
“Ajuma mohon, jangan membukanya.”
“Ne..” aku hanya menurut saja. Aku tidak mengerti apa maksud ajuma. Tapi aku bingung, apa ada hubungannya dengan Kim Jaejoong?
Aku pergi ke ruang tamu untuk menonton tv bersama Eun Rin, Hye Na, dan Seo Hyeon.
“Hyun Rin, jika eomma mu tanya, appa dan ajussi sedang bermain golf di taman sebelah ya.!”
“Ne, appa.”
Kulihat Hye Na sedang menangis. Ada apa dengannya?
“Hye Na, kenapa kau menangis?” tanyaku
“Iya eonni, kenapa menangis?” tanya Eun Rin juga.
“Eonni, kau teringat hal yang dulu ya?” pertanyaan Seo Hyeon membuatku bingung.
“Ne Seo Hyeon. Aku teringat dengan oppa. Terakhir oppa bersama kita di vila ini adalah satu tahun yang lalu. Aku rindu padanya.”
“Iya eonni, aku rindu saat kita bermain basket bersama oppa. Saat appa bermain golf bersama oppa. Aku rindu kejadian itu.” kata Seo Hyeon sambil menangis sesenggukan.
“Memangnya oppa kalian kemana?”
“Oppa kami sudah tidak ada lagi di dunia ini.” jawab Hye Na
“Maaf aku…”
“Gwaenchanha eonni, aku tidak tau bagaimana dia sekarang. Dia tidak punya tempat tinggal sekarang.” kata Hye Na lagi.
“Maksudmu?” aku semakin bingung.
“Maksudku dia tidak dikuburkan, jasadnya menghilang. Kabarnya dia dibunuh oleh seseorang.” jelas Seo Hyeon.
“Aku semakin tidak mengerti, bisakah kalian mejelaskannya dari awal?”
“Ne, tentu eonni. Begini ceritanya. Satu tahun lalu, aku bersama keluargaku berlibur ke vila ini. Saat itu kami bersenang-senang. Tapi ketika malam hari oppa tidak pulang. Kami sangat khawatir. Saat pagi hari ada seseorang penduduk dekat vila ini berkata pada kami jika oppaku sudah meninggal. Dia di bunuh dan jasadnya dibuang ke sungai. Dan mayatnya hilang, kami tidak dapat menemukannya. Kami sangat sedih mendengar berita ini. Kami tidak bisa makan beberapa hari. Kami sayang dengan oppa. Kami tidak ingin kehilangan oppa. Oppa satu-satunya yang dapat menghibur kami disaat kami sedih. Tapi seiring berjalannya waktu, kami dapat menerima ini semua. Walaupun sangat berat bagi kami.” kata Hye Na panjang lebar padaku, Eun Rin juga mendengarkannya.
“Siapa nama oppanya eonni?” Eun Rin mulai berbicara sekarang menanyakan hal itu.
“Namanya Kim Jaejoong.” aku kaget setengah mati. Kim Jaejoong???? Bukankah dia namja yang tadi malam. Pantas saja dia kemarin menanyakan dimana tempat tidur Hye Na dan Seo Hyeon. Dan Sun Mi ajuma, dia tidak memperbolehkanku untuk masuk ke kamar itu, ternyata hal itu. Berarti aku kemarin berbicara dengan seorang arwah?? Ya Tuhan, apa ini? Kenapa seperti ini??
“Eonni, wae?” tanya Eun Rin padaku yang sedang melamun memikirkan itu.
“Anni, gwaenchanha.” padahal aku mulai mencintai Kim Jaejoong, tapi kenapa seperti ini.
$$$
Hari menjelang siang. Seseorang dari arah luar datang dan mengabarkan sesuatu.
“Waeyo??” tanya Seo Hyeon.
“Kim Jaejoong, mayatnya sudah ditemukan.”
“Jinjja????? Dimana?” mata mereka terbelalak, akupun juga.
“Sekarang ada dirumahku.” kata orang itu.
“Eomma, appa!!!! Oppa.. oppa…!” teriak mereka berdua, aku dan adikku mengikutinya dari belakang yang lari ketempat eomma dan appanya. Ternyata eommaku dan ajuma sudah ada disana.
“Waeyooo???Ada apa sayang?” tanya Sun Mi ajuma pada mereka berdua.
“Eomma, appa. Mayat oppa sudah ditemukan. Sekarang ada dirumah orang ini.”
“Jinjaa?? Baiklah, kita kesana sekarang.” kata ajuma.
Saat sampai disana aku melihat oppa nya Seo Hyeon dan Hye Na. Benar, dia Kim Jaejoong. Pada saat seperti itupun dia tetap tampan. Aku memang mulai mencintainya, tapi dia kan…
“Oppa,,, oppa.. aku tidak percaya ini kau,, aku tidak ingin ini terjadi. Oppa kembalilah pada kami.” Seo Hyeon menangis sambil memegangi tangan oppanya, begitu juga dengan Hye Na. Aku pun hampir mengeluarkan air mata, tapi ku tahan. Setelah menahan beberapa lama aku tidak bisa. Aku mengeluarkan air mataku tanpa sengaja.
“Sudahlah Hyena, Seo Hyeon.” kaya appa nya Hye Na dan Seo Hyeon. Eomma dan appaku juga sedih melihat kejadian ini. Kemudian ayah ibu Hye Na dan Seo Hyeon memutuskan untuk menguburkannya nanti sore, karena mereka tidak ingin menunggu lama melihat Kim Jaejoong menderita. Mereka tidak sanggup melihat jasad Jaejoong di dekatnya, karena akan membuat mereka tambah sedih.
$$$
Hari sudah berganti sore, saatnya memakamkan jasad Jaejoong. Mereka sudah menyiapkan semuanya. Mereka memutuskan untuk memakamkan disini saja. Karena akan memakan waktu yang lama jika harus ke Seoul dulu. Tapi mereka janji akan memindahkannya nanti.
‘Jaejoong ku harap kau tenang disana, aku yakin jika kau pasti akan bahagia disana’
Mwoo? Aku melihat Jaejoong dari jauh melambaikan tangannya. Sepertinya dia akan mengucapkan selamat tinggal.
‘Selamat tinggal Jaejoong’
Aku tersenyum padanya dengan sedikit tangisan yang ada dihatiku. Kulihat dia mengihilang. Pergi. Aku tidak percaya jika akhirnya akan seperti ini. Jasadnya sekarang sudah selesai dikubur, Hye Na, Seo Hyeon, Sun Mi ajuma dan Junsu ajussi menangis sedih. Aku, Eun Rin serta eomma dan appaku hanya dapat menenangkan mereka agar tidak sedih lagi.
Aku yakin ini semua pasti ada hikmahnya. Aku sebenarnya tidak menyangka akan terjadi sesuatu di keluarga mereka. Apalagi Jaejoong orang yang baru ku cintai. Dia ternyata sudah pergi.
‘Selamat tinggal Kim Jaejoong’
THE END
——————————————————-
yaaaaaa! T_T
sedih banget,,tapi ini cuma ff aja, cuma ff. Aku ragu nulis ini, takut kalo ada sesuatu yang benar dari ff ini.. *semoga jangan* gimana menurut kalian?? Jelek nggk? hhehe
Comment yaaaaaaaaaaaa!! Dont be silent reader!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JJ-PLEASE LEAVE A COMMENT-JJ