Kamis, 07 April 2011

FF - I Don't Know [oneshoot] [NC 21]

Title: I Don't Know
Author: Nimas a.k.a Kim Hyun Rin a.k.a nimashinki
Genre:
Rating: NC 21/sraight
Cast: Kim Jaejoong DBSK
---------------------------
Hyun Rin POV
Hari ini benar-benar membosankan. Bagaimana tidak, aku hari ini mendapat PR banyak dari seonsaengnim. Benar-benar menyebalkan! Daripada ngomel nggak jelas, lebih baik aku menemui pacarku saja. Dia pasti bisa membantuku. Aku langsung menuju ke kelas pacarku. Dia sedang duduk di bangkunya bersama Changmin dan Yunho.
“Jaejoong-ah!” sapaku dengan senyuman.
“Hyun Rin! Ada apa?” tanyanya juga dengan senyuman. Kemudian aku menghampirinya dan duduk di sampingnya.
“Jaejoong, kami pergi dulu ya!” kata Changmin.
“Benar, kamu pergi ya!” dilanjutkan oleh Yunho. Aku tau, mereka pasti tidak ingin mengganggu kami.
“Hyun Rin-ah, waeyo?” aku diam. Aku memanyunkan bibirku tanda sedang kesal.
“Kau kenapa seperti itu? Ada masalah?” katanya lalu mengangkat daguku.
“Ne, aku sedang ada masalah. Hari ini seonsaengnim yang mengajar di kelasku memberika PR banyak sekali. Aku kesal dengannya. Aku tidak dapat mengerjakannya sendiri. Semua murid di kelasku juga mengeluh akan hal ini. Tapi seonsaengnim tetap saja bersikeras untuk memberikan PR pada kami. Apalagi PR itu harus dikumpulkan besok. Jaejoong-ah, apa kau bisa membantuku? Kalau kau tidak keberatan sih.” aku menjelaskan semuanya apa yang terjadi dan kemudian aku meminta Jaejoong untuk membantuku. Aku tidak yakin dia mau membantuku. Tapi apa salahnya untuk meminta bantuan padanya.
“OK! Aku akan membantumu.” aku kaget mendengar ucapannya. Aku langsung mencubit pipi kanan dan kirinya.
“Jagiya, gomawo!! Saranghae!!” kataku kegirangan.
“Ne, cheonmaneyo.” dia tersenyum lagi padaku. Aku sangat suka saat dia mulai tersenyum. Senyumnya membuat jantungku tidak dapat berhenti berdetak.
“Kalau begitu kapan kita mulai mengerjakannya?” tanyaku.
“Bagaimana kalau nanti sore saja. Jam 5 kau datang saja ke rumahku.” jawabnya.
“Baiklah. Eh, sudah bel. Aku ke kelas dulu ya!”
“Saranghae!” katanya sedikit berteriak padaku dari kejauhan.
$$$
Setelah aku pulang sekolah, aku menyiapkan beberapa barang yang akan aku bawa nanti ke rumah Jaejoong. Buku, alat tulis, tugas yang harus aku kerjakan. Semua sudah lengkap dalam tasku. Aku tidak lupa membawa handphone kesayanganku juga. Aku mulai bersiap untuk mandi. Karena sebentar lagi waktu menunjukkan pukul 16.15. Aku ingin sampai tepat jam 5 nanti.
Aku mulai berdandan dengan style yang biasa. Karena aku adalah tipe orang yang tidak pintar berdandan. Ku ambil sepedaku di garasi rumahku. Kemudian aku langsung berangkat ke rumah Jaejoong.
Setelah sampai, aku mengetuk pintu rumah Jaejoong. Kemudian dia membukakan pintunya.
“Annyeong..” sapaku.
“Annyeong..” jawabnya dengan senyum mautnya itu.
“Silahkan masuk.” lanjutnya.
“Ne, tapi rumahmu sepi sekali. Kemana yang lainnya?”
“Appa, eomma dan Junsu sedang ke rumah halmeoni. Halmeoniku sedang sakit. Tidak ada yang menjaga rumah, jadi aku disuruh menjaga rumah.” jelasnya.
“Oh begitu. Baiklah, kita mulai sekarang saja ya!” kataku dengan riang gembira. Kemudian kami memulainya. Aku mulai membuka buku sejarahku. Dia membantuku mengerjakan PR-PRku yang menumpuk itu. Kalau bukan karna Park seonsaengnim, pasti aku tidak akan seperti ini. Sepertinya dia pintar dalam sejarah. Tidak salah aku memilih namja seperti dia. Dia tampan, tinggi, baik, dan pintar. Menurutku dia sangat sempurna untukku.
Huffttt… akhirnya selesai juga. Mwo?? Sudah jam 9 malam?? Kenapa cepat sekali. Hah……..
“Jaejoong, akhirnya kita selesai juga.”
“Benar. Capek sekali rasanya.” ia memeganggi pundaknya.
“Kalau begitu aku pulang dulu ya Jagi…” aku memberikan senyumku padanya.
“Jangan! Kau tetap disini dulu saja.” dia melarangku pulang.
“Jagi, ini sudah jam 9 malam. Aku harus pulang.”
“Jebal.. Temani aku Jagi, aku ingin bersamamu malam ini. Kau tau kan aku sendiri disini.” aku yang tidak kuat menahan rengekannya, akhirnya menyetujui permintaannya.
Jaejoong POV
Apa yang ku kerjakan bersama Hyun Rin sudah selesai. Kulihat jam menunjukkan pukul 9. Berarti sudah saatnya aku berpisah malam ini. Tapi aku masih ingin dengannya.
Jaejoong, akhirnya kita selesai juga.”
“Benar. Capek sekali rasanya.” aku memegangi pundakku yang sedikit agak capek karena menulis banyak.
“Kalau begitu aku pulang dulu ya Jagi…” katanya yang membuatku sedikit kecewa
“Jangan! Kau tetap disini dulu saja.” aku sengaja melarangnya pulang. Aku ingin dia menemaniku disini.
“Jagi, ini sudah jam 9 malam. Aku harus pulang.”
“Jebal.. Temani aku Jagi, aku ingin bersamamu malam ini. Kau tau kan aku sendiri disini.” rengekku padanya. Semoga dia mau untuk tetap disini.
“Baiklah. Tapi jangan lama-lama ya..” aku tersenyum senang. Akhirnya aku dapat bersamanya malam ini.
“Hyun Rin-ah, bagaimana kalau aku buatkan teh?” aku menawarkan teh padanya.
“Boleh..” jawabnya kemudian tersenyum. Lalu aku membuatkannya teh. Langsung aku bawa ke ruang tamu.
“Ini tehnya.” aku membuat 2 teh. Satu untukku dan untuknya. Dia mulai meneguk teh itu. Aku melihatnya meneguk teh itu. Kemudian dia mengeluarkan lidahnya dan menjilati bibirnya bekas teh tadi. Aku kaget. Ya ampun, dia terlihat seksi sekali.
Aku mencoba mendekat padanya. Aku berusaha menempelkan bibirku ke bibir mungilnya itu. Dia menaruh teh itu di meja. Dia heran dengan sikapku yang aneh ini. Ku raih kepalanya. dan menempelkan bibirku ke bibirnya. CUP. Tidak hanya ku kecup, tapi aku mulai melumat bibrinya. Dia kaget. Mungkin dia pikir aku hanya akan mengecupnya, tapi aku malah melumatnya. Aku melihat bibirnya lemas, tidak terkatup juga tidak bergerak. Bibirnya bergerak hanya karna aku yang menggerakannya. Sepertinya dia pasrah dengan kelakuanku ini. Aku mulai memasukkan lidahku ke dalam bibirnya. Memasuki seluruh rongga di mulutnya. Rasanya sungguh mengasyikkan. Aku mengelus-elus punggungnya. Terus seperti itu. Aku mulai menciuminya dengan ganas. Kini ciumanku beralih ke leher jenjangnya.
“Ehhh.. ngeeehhhh… hhhhhh..” kudengar dia mulai mendesah. Sepertinya dia menikmatinya. Tapi pikiranku salah, tiba-tiba ia mendorongku.”
“Jaejoong, apa yang kau lakukan? Kenapa seperti ini?” tanyanya sambil mengerutkan alisnya. Dia sedikit marah ternyata.
“Mian jagi, tapi aku terlalu mencintaimu.” ku tempelkan lagi bibirku di bibirnya. Dia tidak menolak. Dia pasrah sepertinya. Tapi dia tidak menunjukkan keinginannya untuk ‘melakukan lebih’. Kurasa dia bukan orang yang ‘seperti itu’. Ku alihkan bibirku ke leher putihnya itu.
“Nghhhh…. hhhhh… uuuhhhh…” dia mendesah lagi. Lalu kubuka satu-persatu kancing kemeja yang ia pakai. Namun dia menahanku.
“Waeyo jagi?” tanyaku agak kecewa padanya.
“Jagi, kau serius mau melakukan ini padaku?” tanyanya mengerutkan alisnya.
“Ne, aku serius. Karna aku mencintaimu.” kemudian dia malah tersenyum padaku. Tanpa pikir panjang, kulanjutkan membuka kancing bajunya itu. Aku melihat 2 gundukan besar di hadapanku. Omona… Besar sekali. Bebeda dengan punya wanita yang aku lihat di BF *author: upz katauan pernah ngeliat BF.. haha*
Sekarang aku memulai membuka bajuku dan kaos dalamku. Kulihat, sepertinya dia tidak ahli dalam hal begini. Dia diam saja, tidak mau membalasku. Lalu aku segera menempelkan tanganku pada pengait bra nya. Ya, aku mulai membuka bra nya. Kulihat gundukan itu semakin jelas dimataku.
“Jagi, kenapa diam saja?” tanyaku ragu.
“Aku tidak pintar dalam hal seperti ini. Mianhae jagi..” jawabnya lalu memanyunkan bibirnya. Aku tidak kuat melihat bibirnya yang manyun langsung saja kulumat bibirnya itu. Kemudian turun ke lehernya. Aku meninggalkan banyak kissmark di sekitar lehernya.
“Ahh.. Ngghhh.. Heuuuuhh…” desahnya. Kini bibirku beralih ke nipple nya yang besar itu. Ku jilati nipple nya. Kumainkan sesekali. Dia menjambak rambut lurusku. Sepertinya dia sedikit kesakitan, karna tadi aku menggigit nipple nya :D
Langsung saja ku buka celana panjangku. Ternyata punyaku sudah menegang. Rasanya seperti celana dalamku semakin sempit. Kemudian ku buka celana dalamku. Mata Hyun Rin terbelalak melihat junior ku yang besar ini.
“Jagi, aku tidak pernah melihat sebelumnya.” katanya yang membuatku kaget.
“Jinjja?? Kau belum pernah melihat??” tanyaku. Dia menggelengkan kepalanya.
“Baiklah, aku akan membantumu nanti. Sekarang hisaplah punyaku ini.” dia malah memiringkan kepalanya dan mengernyitkan alisnya.
“Waeyo? Ayolah..”
“Tapi bagaimana rasanya? Apakah enak? Masa seperti ini mau di makan?” kali ini kata-katanya membuatku tertawa terbahak-bahak.
“Hahahahaha….. Jagi, ini bukan dimakan. Kau hanya perlu menghisapnya.” aku mengelus rambutnya.
“Seperti permen saja. Apa ini akan habis seperti permen jika dihisap?” aku menggeleng-gelengkan kepalaku.
“Jagi, ini bukan permen dan dan tidak akan habis. Sekarang kau hisap ya?” jelasku. Dia hanya menanggukan kepalanya tanda mengerti apa yang aku jelaskan. Dia memaju mundurkan mulutnya.
“Hah.. Nghhhh.. ya seperti itu jagi. Kau pintar! Enghhh… Lebih cepat lagi jagi.” tak terasa spermaku mulai keluar. Hyun Rin kebingungan.
“Apa ini jagi?” tanyanya.
“Telan saja.” kataku.
“Enak…” dia mengatakan enak yang membuatku semakin bernafsu. Dia melepaskan kulumannya pada juniorku. Kemudian ku cium bibirnya yang terdapat bekas sperma di bagian samping mulutnya dan pipinya.
“Jagi, ayo kita ke kamar saja.” ajakku.
“Baiklah..” katanya seraya tersenyum padaku.
“Jagi, berbaringlah.”
“Bailklah.” *author: kayaknya mau mau aja nih si Hyun Rin diapa-apain ama Jeje wkwkwk*
Setelah ia berbaring, ku lepaskan rok dan celana dalamnya lalu kumasukan 1 jariku ke dalam vaginanya, kemudian 2 jariku, lalu 3 jariku. Punyanya masih sempit sekali. Pantas saja tadi dia sama sekali tidak mengerti.
“Jaejoong-ah, ahhhhhhhh………. sakittttttttt……..” dia mendesah hebat dan menggigit bibit bawahnya.
“Tenang jagi, setelah ini kau akan baik-baik saja.” lalu darah dari vaginanya keluar. Kemudian langsung saja ku bersihkan dengan beberapa banyak tissue di kamarku. Dan akhirnya darah itu bersih juga dari vaginanya. Kembali ku hisap nipple nya yang besar itu. Kanan dan kiri secara bergantian. Dia mendesah. Dia memegangi vaginanya yang terasa sakit itu. Sekarang ku masukan lagi 3 jariku ke vaginanya. Terdapat cairan kental disana. Tanpa pikir panjang, ku rentangkan kakinya. Ku dekatkan mulutku dengan vaginanya. Ku jilati habis vagina itu. Aku merasakan vaginanya yang berdenyut itu. Sepertinya dia mulai menyukai permainanku ini. Setelah selesai bermain dengan vaginanya. Aku langsung memasukkan juniorku ke dalam lupang sempit itu. Dia tampak pasrah. Yang bisa ia lakukan hanyalah mendesah, mendesah dan mendesah. *author: maklum lah, namanya juga cewek polos, ga ngerti apa-apa. ahahaha*
“Ahhhhhhhh……….!!!!!!!!! Sakiiiiiiiiittttttt….!!!” jeritnya. Kemudian dia meremas-remas sprai tempat tidurku.
“Tenang jagi, setelah ini kau akan enak (?)”
“Jaejoong-ah cepattttt… cepattt…!!” aku memaju mundurkan juniorku. Terlihat kasur empuk itu ikut bergoyang (?). Aku semakin mempercepat gerakanku. Hyun Rin juga semakin keras berteriak. Kami terus seperti ini.
Sekarang aku memintanya untuk diatasku.
“Jagi..”
“Waeyo?”
“Bisakah kau diatasku?” tanyaku agak ragu.
“Tapi aku tidak bisa Jagi. Bukankah kau yang memimpin permainan ini? Aku kan tidak mengerti sama sekali.” katanya yang agak membuatku kecewa.
“Baiklah aku mengerti.” Saat ini aku yang mengambil alih permainan ini. Aku tak sadar jika mengeluarkan cairanku di dalam.
“Jagi..” dia memanggilku. Sepertinya merasakan cairan hangat di dalam rahimnya.
“Waeyo? Kau…” kataku. Aku tak melanjutkannya.
“Jagi, apa kau mengeluarkannya di dalam?”
“Mian Jagi, aku tidak sengaja. Mianhae…” kulihat ia mengeluarkan air matanya. Aku sangat bersalah padanya.
“Jagi, kenapa? Kenapa kau keluarkan di dalam? Kenapa? Kita belum lulus SMA. Bagaimana jika aku…” ku sentuh bibirnya dengan telunjukku.
“Sssttt… tidak akan terjadi apa-apa padamu. Belum tentu kau akan hamil. Aku akan melakukan segala cara agar kau tidak hamil sebelum kau lulus. Ya?”
“Gomawo Jagiya. Saranghae…” ucapnya.
“Nado Saranghae yeongwonhi.” Kemudian aku mengecup bibirnya. Ku lumat bibir manisnya itu. Setelah agak lama, dia melepaskan ciuman kami.
“Ah, jagi. Ini sudah jam 11 malam. Eotteokhe? Aku pulang ya.”
“Iya Jagi.” kemudian ia mencari-cari bajunya dan membereskan semuanya. Kuantar dia di depan rumah.
“Annyeonghi gaseyo.” ucapku.
“Annyeonghi gyeseyo.” balasnya. Dia melambaikan tangannya ke arahku. Akupun membalasnya. Beruntung sekali aku punya yeoja seperti dia. Aku jadi tambah sayang padanya.
———————–
THE END
—————-
Bagaimana readers? Jelek kan? Aku emang ga ahli. hahaha cz ff NC pertamaku.. apalagi  aku bikinnya sambil ngakak gitu.. kebiasaan author kalo baca NC suka ngakak.. makasih ya yg udah baca ff NC ini.. Jangan lupa comment.. Dont be silent reader..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JJ-PLEASE LEAVE A COMMENT-JJ