Title: Sunbae
Author: Nimas a.k.a Kim Hyun Rin a.k.a nimashinki
Genre:
Rating: NC 21/straight
Cast: Kim Jaejoong DBSK
Author: Nimas a.k.a Kim Hyun Rin a.k.a nimashinki
Genre:
Rating: NC 21/straight
Cast: Kim Jaejoong DBSK
---------------------------------
Keramaian sekolah di Shinki high school tidak dapat menghibur hati seorang yeoja yang duduk di kelas 10 di SMA Shinki ini. Yeoja itu sekarang berumur 16 tahun. Dia bernama Kim Hyun Rin. Sekarang hatinya sedang sedih. Dia berpikir bahwa di umur yang sudah remaja ini dia tidak pernah merasakan rasanya pacaran. Padahal teman-temannya sudah pacaran sejak masih SMP. Saat SMA yeoja itu belum pernah merasakan pacaran sama sekali. Hatinya merasa sepi. Tidak ada yang dapat mengisi hatinya saat ini. Tidak ada yang bisa memberikan kasih sayang padanya semenjak ayah dan ibunya meninggal pada saat kecelakaan itu. Sekarang ia hanya tinggal bersama ajuma dan ajussinya.
“Hyun Rin!” seseorang tengah mengagetkannya. Dia adalah Park Shin Young, sahabatnya sejak SMP.
“Ah, kau ini mengagetkanku saja.”
“Hey, kau saja yang melamun. Ngomong-ngomong, kau itu melamunkan apa sih?”
“Ah, tidak, aku tidak sedang melamunkan apapun. Aku hanya merasa sepi saja, habisnya dari tadi kau pacaran terus sih. Jadinya aku kan tidak ada temannya.” Kata Hyun Rin lalu mengerucutkan bibirnya.
“Mian mian. Makanya kau cari pcar dong, biar ada yang menemanimu.”
“Iya, aku tau. Tapi siapa? Kau kan tau, aku sulit mendapatkan pacar.”
“Hmm... Bagaimana kalau kau aku jodohkan dengan kakak kelas kita itu.” Katanya seraya menjentikkan tangaanya.
“Yang mana?” Hyun Rin mengerutkan alisnya.
“Itu, Kim Jaejoong~” jawabnya pasti.
“Andawe!! Aku tidak mau! Dia kan nakal sekali. Aku tidak mau punya cowok nakal seperti dia. Dia juga perokok, suka memerintah, suka jahat sama orang. Emang kau mau pacaran dengan namja seperti itu?” Hyun Rin langsung membantah.
“Tidak sih. Tapi dia itu kan pintar!”
“Pintar sih pintar, tapi kalau nakal juga apa gunanya. Bisa saja kepintarannya itu untuk mengakali orang.” Kemuian Hyun Rin mendengus kesal.
“Ya~! Kau itu jangan sembarangan bicara. Kau jangan menilai orang dari sisi negatifnya dulu. Walaupun dia nakal tapi dia pintar. Bisa saja kan kalau dia nantinya jadi pengusaha.”
“Hah! Palingan kalo jadi pengusaha, dia bakalan curang terus!”
“Hyun Rin-ah, sudahlah jangan seperti itu, kalau tidak mau ya sudah.”
Tanpa sadar, ternyata Jaejoong mendengar pembicaraan mereka berdua di balik tembok itu. Tangan Jaejoong sudah mengepal. Dia marah akan hal itu. Dia tidak bisa berfikir jernih sekarang. Satu-satunya yang ada di pikirannya sekarang adalah bagaimana cara membuat yeoja itu luluh dan tidak menganggapnya remeh.
“Sialan! Awas kau! Aku pasti akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku dan kau tidak akan bisa menganggapku remeh! Camkan itu yeoja sialan!” kata Jaejoong menatap sinis ke arah yeoja itu.
$$$
Teeeeeeeeeeeettttttt... Bel pulang sekolah berbunyi. Semua murid pun segera keluar dari kelas dan pulang. Hyun Rin terlihat menunggu seseorang. Dia sedang menunggu Shin Young.
“Mana ya Shin Young? Hhhh... kenapa dia tidak datang juga.” Tak lama kemudian Shin Young datang.
“Hyun Rin-ah, mianhae. Hari ini sepertinya kita tidak bisa pulang bersama.”
“Waeyo?”
“Hari ini appa ku pulang dari Amerika dan dia ingin menjemputku serta mengajakku jalan-jalan. Tidak apa-apa kan?” Shin Young memegang pundak Hyun Rin.
“Oh.. Gwaenchanayo. Aku bisa pulang sendiri kok.” Kata Hyun Rin dan tersenyum.
“Kau hati-hati ya.”
“Ne, sudah sana. Hehehe...”
“Daaaaaah...” kemudian Hyun Rin hanya tersenyum. Lalu Shin Young berlalu meninggalkan sekolah itu bersama appanya. Semakin lama sekolah semakin sepi. Dia tidak menemukan bus yang lewat di sekolahnya. Dia semakin bingung harus pulang dengan cara apa. Dia malas sekali untuk berjalan, apalagi rumahnya sangat jauh dari sekolah. Dia tetap menunggu agak lama sampai-sampai sekolah sudah sepi sekali. Hanya ada penjaga sekolah yang ada di sana.
$$$
“Pak, lebih baik anda pulang saja, biar saya yang menjaga sekolah malam ini.”
“Loh, tapi kan.. ini tidak bisa. Saya penjaga sekolah ini, saya bertanggung jawab atas sekolah ini.” Penjaga sekolah itu mula terlihat kebingungan.
“Bapak tidak percaya pada saya? Tenang saja pak, saya akan menjaga sekolah malam ini dengan baik. Saya dengar anak bapak juga sedang sakit, pasti anak bapak sangat membutuhkan perhatian bapak sekarang. Jadi, biar saya saja ya yang menjaga sekolah malam ini.”
“Ah, gamsahamnida. Kalau tidak ada kamu, saya pasti sudah sangat mengkhawatirkan anak saya malam ini. Sekali lagi gamsahamnida. Oh iya, ini kunci semua ruangan. Semuanya saya serahkan pada kamu. Jaga baik-baik ya.”
“Baik, saya pasti akan menjaga sekolah ini dengan baik.” Ucap namja itu meyakinkan si penjaga sekolah.
$$$
“Hai~” ucap seorang namja yang mengagetkan Hyun Rin. Namja itu menepuk bahu Hyun Rin dari belakang dan membuat Hyun Rin terjingkat.
“Ah~ Sunbae?”
“Ne, kau sedang apa disini?” tanya namja itu yang tidak lain adalah Jaejoong.
“Aku.. aku sedang menunggu bus. Tapi dari tadi tidak ada yang lewat.”
“Oh, begitu~ Boleh aku temani?” pinta Jaejoong.
“Ah, boleh. Gomawoyo sudah mau menemaniku. Lalu, apa yang sunbae lakukan disini?” tanya Hyun Rin balik.
“Aku sedang menggantikan penjaga sekolah disini.” Kata-kata Jaejoong membuat alis Hyun Rin mengkerut. Dia bingung apa maksud namja ini.
“Ehm, anak penjaga sekolah ini sedang sakit. Dan aku menyuruhnya untuk pulang, aku ingin dia menjaga anaknya yang sedang sakit di rumah. Aku kasihan. Pasti anaknya sangat membutuhkannya. Sudah mengerti kan?” jelas Jaejoong panjang lebar.
“Ne, aku mengerti. Eh, sunbae, aku ke toilet sebentar ya, aku sudah tidak kuat.. hehehe..” Jaejoong hanya terkekeh, kemudian Hyun Rin langsung berlari ke toilet. Tidak ada lima menit Hyun Rin kembali ke depan sekolah.
“Waeyo? Kenapa kembali? Atau secepat ini?”
“Sunbae, aku.. aku.. aku.. aku tidak berani ke toilet sendirian. Hehehehe...”
“Ya ampun, ya sudah aku temani.” Katanya sambil tersenyum.
“Gomawoyo sunbae.”
‘Inilah saatnya.’ Senyum Jaejoong berubah jadi senyum jahat saat Hyun Rin membalikkan badannya.
Setelah selesai Hyun Rin keluar dari toilet itu dan dilihatnya Jaejoong tengah duduk di kursi dekat toilet itu. Kemudian Hyun Rin ikut uduk di kursi itu.
“Sunbae, sekali lagi gomawoyo.”
“Ne, tidak apa-apa.”
Tak lama setelah itu, Jaejoong mulai membelai rambut lurus itu. Ditatapnya wajah yeoja itu. Senyum jahatnya kembali tersungging di wajahnya. Yeoja itu sama sekali tidak menyadari niat jahat namja itu.
“Sunbae, ada apa?” tanyanya. Dia terlihat sangat polos.
“Rambutmu bagus. Kau seperti model iklan shampoo.” Hyun Rin tertawa keras mendengar pernyataan yang terlontar dari mulut Jaejoong. Jaejoong pun juga ikut tertawa.
“Hahahahaha sunbae bisa saja.” Tapi tidak itu saja, tawa Jaejoong berhenti dan belaian Jaejoong turun ke leher yeoja itu. Yeoja itu sadar dan membuatnya takut dengan namja itu. Sesekali Hyun Rin menelan ludahnya. Hyun Rin tidak mengerti apa yang akan dilakukan namja itu. Kemudian Jaejoong melepaskan tangannya dari tubuh Hyun Rin. Tangannya berpindah dibalik seragam itu melewati bawah. Dia menelusup ke seragam putih itu. Jaejoong menemukan sebuah gundukan besar disana. Hyun Rin kaget setengah mati. Matanya terbelalak tak percaya. Hyun Rin menahan nafasnya. Jantungnya berdetak tak karuan. Langsung saja dia melepaskan tangan Jaejoong dari buarh dada kanannya itu. Kemudian...
PLAK.... Tamparan keras mendarat di pipi Jaejoong. Hyun Rin hanya dapat melihat tangannya bekas tamparan itu. Dia reflek melakukan itu semua. Tapi saat itu juga Jaejoong langsung menjambak rambut Hyun Rin.
“Ah.. sakit sunbae, lepaskan.” Hyun Rin meronta keras. Tapi Jaejoong tak juga melepaskan tangannya dari rambut Hyun Rin.
“Inilah akibatnya jika kau meremehkanku.” Tatapannya sinis ke arah yeoja itu.
“Apa maksud sunbae?” tanyanya dengan nafas yang terengah-engah.
“Hah? Kau tanya apa maksudku? Kau jangan pura-pura tidak tau! Tadi siang kau membicarakanku dengan Shin Young. Bahkan kau menjelekan dan meremehkan aku!”
“Mianhaeyo sunbae. Nan jeongmal mianhaeyo. Aku khilaf. Maafkan aku sunbae~” Jaejoong tidak menggubris perkataan Hyun Rin. Jaejoong mulai melepaskan tanggannya dari rambut Hyun Rin. Jaejoong menatapnya lekat. Gadis itu hanya dapat terdiam. Bibirnya bergetar, merasakan ketakutan yang amat sangat. Tanpa basa basi, Jaejoong langsung menyambar bibir mungil itu. Dilumatnya bibir itu. Hyun Rin kaget setengah mati. Hyun Rin sama sekali tidak membuka mulutnya. Dia tetap mengunci rapat mulut itu. Tapi Jaejoong berusaha memasuki rongga mulut gadis itu. Tangannya memegang kedua pipi gadis itu dengan satu tangannya dan memaksa untuk membuka mulut gadis itu. Gadis itu tak dapat bernafas karna perlakuan Jaejoong itu. Gadis itu berusaha untuk menyingkirkan Jaejoong, namun usahanya sia-sia. Ia tak dapat melawan tubuh pria itu. Setelah itu, pria itu berdiri, Hyun Rin pun dibawanya berdiri. Dia semakin mendekatkan tubuh Hyun Rin di badannya agar dia tak dapat lepas. Setelah lama, kemudian dia melepaskan ciuman itu. Nafas Hyun Rin terlihat tersengal-sengal.
“Hah.. hah.. hah..” dia tampak mengatur nafasnya. Ini adalah pertama kalinya ia berciuman. Dia sedikit shock dengan kejadian tadi. Bibirnya masih bergetar, perasaan taku itu terus muncul. Dia pernah berpikir bahwa ia akan memberikan ciuman pertamanya dengan pria yang ia cintai. Tapi harapan itu tidak mungkin terjadi, karena ciuman itu sudah direnggut oleh Kim Jaejoong. Tanpa memberikan waktu lama, Kim Jaejoong mulai mencium bibir yeoja itu. Karena tiba-tiba, jadi yeoja itu tidak bersiap untuk menutup mulutnya. Dan akhirnya bibir itu menmpel dan Jaejoong lidahnya berusaha masuk ke lidah yeoja itu. Air liur mereka saling bersatu. Lidahnya saling bertautan. Sesekali yeoja itu mendesah. Tak bisa dibayangkan, Jaejoong memindahkan ciuman itu ke lehernya. Diciumnya bagian-bagian itu. Sesekali menggigitnya hingga menimbulkan kissmark. Yeoja itu hanya dapat pasrah menerima perlakuan Jaejoong. Tanpa sadar air matanya mengalir. Dia tidak menyangka jika akan seperti ini. Hyun Rin tersadar, dia langsung saja melepaskan Jaejoong. Dia berpikir untuk berlari. Kemudian dia berlari, berteriak sekencang mungkin. Tapi sial, pintu sekolah telah dikunci oleh Jaejoong. Apalagi teriakannya juga tidak ada gunanya, karena sekolah itu begitu besar.
“Ya~! Kau mau kemana gadis cantik?” Hyun Rin tersentak, matanya terbelalak. Tubuhnya menempel pada pintu itu. Lalu ia mencoba lari dari sana. Tapi sayang, Jaejoong berhasil mendekapnya.
“Sunbae, kumohon lepaskan aku!” kata-kata itu tidak dipedulikan oleh Jaejoong. Jaejoong menjambak rambut yeoja itu dengan tangan kirinya. Dan tangan kanannya membuka satu persatu kancing seragam yeoja itu.
“Sunbae, andwae! Jangan lakukan itu! Kumohon!” sia-sia permintaan gadis itu. Jaejoong sudah membuka seragam itu. Jaejoong melihat dua buah dada yang terbungkus bra itu. Dia mendekatkan wajahnya di buah dada itu.
“Sungguh menggoda~” Ucapnya dengan senyuman penuh kejahatan.
Tangan kiri Jaejoong masih menjambak rambut gadis itu. Lalu tangan kirinya sekarang mencoba membuka bra Hyun Rin. Hyun Rin kaget sekali.
“Sunbae!!!” teriaknya. Dia tidak menyangka jika Jaejoong benar-benar akan membuka bra nya. Dia hanya bisa menangis sekarang. Menangis kesakitan akibat dijambak dan menangis akibat perlakuan Jaejoong. Sekarang Jaejoong mengganti posisinya. Dia mendekap Hyun Rin dari belakang. Lalu ia meremas remas buah dada itu dengan tangannya. Hyun Rin mendesah hebat ketika Jaejoong meremas sangat keras buah dadanya.
“Enak bukan?” tatapan sinisnya mulai keluar.
“Cih!” Hyun Rin kesal melihat tatapan itu. Dia ingin segera pergi dari sana. Hyun Rin mendapatkan satu ide. Saat Jaejoong mendekapnya dari belakang, Hyun Rin mencoba maerogoh kantong celana Jaejoong. Tapi Jaejoong cepat tersadar. Dipegangnya tangan itu dengan cepat. Ditarik tangan itu dari saku celananya. Jaejoong melihat-lihat sekitarnya. Ia menemukan tali yang ada disana. Diambilnya tali itu dan diikatkan pada tangan Hyun Rin.
“Sunbae! Jangan ikat aku!” pintanya. Jaejoong tidak akan pernah peduli. Jaejoong berubah pikiran. Dia memindahkan Hyun Rin diatas tangga. Kemudian tangan Hyun Rin di ikat di stenlis di samping kanan dan kiri tangga itu.
“Lepaskan, lepaskan aku!!!” sepertinya teriakan Hyun Rin tidak akan pernah membantu, tidak akan pernah membuatnya keluar dari jeratan itu. Hyun Rint erus menangis, dia hanya dapat menangis sekarang. Dia tidak bisa berbuat apapun. Dia bingung, apa yang harus ia lakukan sekarang? Hyun Rin menarik-narik tangannya, tapi itu tidak akan membuat ikatannya lepas.
“Kumohon sunbae, lepaskan aku!” Jaejoong yang geram dengan teriakan itu, ia mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan menyumpalkannya ke mulut Hyun Rin.
“Mmhhh!!! Mmmhh!!!” Hyun Rin berteriak di balik sapu tangan itu. Tapi lama kelamaan Hyun Rin pun lelah. Dia pasrah apa yang Jaejoong lakukan sekarang. Jaejoong kini tengah menggerayangi buah dada itu. Mendekatkan bibirnya ke arah buah dada itu. Dihisapnya buah dada itu dengan lembut kanan dan kiri. Namun kelembutannya itu tidak bertahan lama, dia mulai menghisapnya dengan ganas. Sesekali menggigitnya yang membuat Hyun Rin mengerang kesakitan.
“Enak kan?” tanya Jaejoong pada Hyun Rin yang sedang menangis.
“Ini pasti akan nikmat.” Lanjutnya. Hyun Rin hanya bisa berteriak di balik sapu tangan itu. Dia juga menangis sesenggukan.
Sekarang Jaejoong mulai main-main lagi dengannya. Jaejoong membuka rok gadis itu. Ia melihat CD berwarna pink di hadapannya. Matanya terbelalak seolah senang melihatnya. Dia menggerayangi CD itu, membuka sedikit bagian bawahnya. Tak sabar, ia langsung membuka semuanya. Hyun Rin tampak kaget. Dia ingin sekali menolak perlakuan Jaejoong ini, tapi tidak bisa. Hyun Rin meliuk-liukkan tubuhnya seakan dia ingin tangan Jaejoong lepas dari tubuhnya, namun itu sia-sia. Setelah CD itu terbuka, Jaejoong tersenyum sambil memandangi miss V milik Hyun Rin. Miss V milik Hyun Rin bersih, tak ada satupun rambut-rambut yang bersarang di sana. Ini semakin membuat Jaejoong bergairah. Semakin membuat Jaejoong senang untuk memainkannya. Jaejoong mulai memegang puncak miss V Hyun Rin lalu ke bawah. Terus memegangi dari atas ke bawah. Jaejoong juga ingin memasukkan jarinya ke miss V Hyun Rin. Kemudia dia memasukkan jari tengahnya ke miss V Hyun Rin.
“Ahhh~!!” Hyun Rin berteriak kesakitan. Kemudian ia memasukan satu lagi jarinya, lalu satu lagi jarinya. Ketiga jarinya sekarang masuk ke miss V Hyun Rin. Hyun Rin merasakan sakit yang amat sangat.
“Ah~~~!! Ah~~~!!” Hyun Rin terus berteriak kesakitan ketika Jaejoong mulai memaju mundurkan jarinya itu. Darah mulai keluar di miss V Hyun Rin. Jelas saja, dia itu masih perawan dan belum pernah melakukan hubungan sex. Berciuman saja baru tadi, saat Jaejoong menciumnya. Setelah lama, Jaejoong mengambil sapu tangan yang berada di saku celananya. Entah berapa sapu tangan yang ia bawa hari ini. Kemudian ia mulai membersihkan tangannya yang berlumuran darah. Ia juga membersihkan miss V Hyun Rin yang berlumuran darah.
Setelah selesai semuanya, ia kembali memainkan nipple Hyun Rin. Menjilati putingnya, menggigitnya. Membuat Hyun Rin geli dan jijik. Semakin ganas ia menjilati buah dada yang mulus dan putih itu. Seperti bayi yang sedang menyusu. Hahahaha... Lama-kelamaan Jaejoong bosan dengan bagian itu. Dia beralih pada miss V Hyun Rin. Sebelum sempat memegangnya, ia melihat miss V Hyun Rin menegeluarkan cairan. Ternyata dia telah mengeluarkan orgasme pertamanya.
“Kau ini, sungguh tak sabaran. Kenapa sudah di keluarkan? Hahaha” Langsung saja Jaejoong meratakan cairan milik Hyun Rin di bagian selakangannya agar Jaejoong dapat menjilati di bagian lain juga. Jaejoong mulai menjilati miss V dan bagian selakangan Hyun Rin.
“Ahhhh~!!!” Hyun Rin sudah tidak kuat ingin keluar dari sini. Dia mencoba bertetiak sekali lagi, tapi Jaejoong malah menamparnya dengan keras hingga ia pingsan. Jaejoong menyesal, kenapa ia tidak membuat gadis ini pingsan dari tadi. Dan sekarang gadis itu telah pingsan. Jaejoong bebas untuk menggerayangi tubuh gadis itu. Dia kemudian melajutkan aksinya menjilati cairan itu tanpa rasa jijik. Saat cairan itu habis pun, ia masih terus menjilati kemaluan Hyun Rin. Sekarang Jaejoong mulai melakukan aksi yang sesungguhnya. Ia membuka celana dan CD nya. Lalu ia melepaskan juga seragamnya dan kaos dalamnya. Setelah semua terlepas, Jaejoong melihat CDnya basah. Untungnya celana panjangnya tidak ikut basah.
“Aigo, kenapa aku tak menyadari~” ucap Jaejoong. Cairan itu pun masih dapat keluar dari junior Jaejoong. Saat ini, Jaejoong ingin sekali memanjakan juniornya yang sudah menengang dan penuh dengan cairan itu. Saat itu juga, ia langsung membangunkan Hyun Rin yang tengah pingsan dengan spermanya itu. Ia menyemburkan sperma itu di muka Hyun Rin. Hyun Rin kemudian terbangun. Ia sangat kaget ketika ia melihat sebuah junior yang amat besar tepat berada di hadapannya. Jaejoong hanya terkekeh lalu mengambil sapu tangan Jaejoong dari mulut Hyun Rin. Jaejoong kemudian mengarahkan juniornya di mulut Hyun Rin. Hyun Rin malah menutup mulutnya rapat-rapat. Jelas, Hyun Rin sangat jijik dengan itu semua. Tapi, Jaejoong terus memaksa untuk memasukkan juniornya ke dalam mulut Hyun Rin. Perjuangan Jaejoong begitu keras untuk memasukkan juniornya ke dalam mulut Hyun Rin. Setelah lama, akhirnya Hyun Rin dapat membuka mulutnya. Hyun Rin merasa jijik untuk menelannya.
“Ayo telan! Jangan diam saja!” Hyun Rin malah menggelengkan kepalanya. Tanpa terasa Hyun Rin tersedak dan terpaksa harus menelannya.
“Akhirnya, kau mau menelannya juga jagi~” Sekarang Jaejoong mengocok-kocok Juniornya itu dan memasukkannya pada mulut Hyun Rin yang kini terbuka lebar akibat paksaan dari Jaejoong.
“Sunbae, sudah ya~” kata Hyun Rin sambil menangis sesenggukan.
“Mwo?? Apa kau bilang? Bahkan aku belum memasukkan juniorku ke dalam miss V mu! Tidak bisa! Permainan ini belum selesai.”
“Hiks~ Hiks~ Sunbae, sebenarnya apa yang kau inginkan dariku? Hah? Hiks~ Hiks~” Hyun Rin masih menangis sesenggukan.
“Aku ingin kau menjadi milikku. Saat pertama kali kau masuk di sekolah ini, aku sudah sangat mencintaimu. Tapi kau malah membenciku. Kau meremehkanku, menjelekkanku. Saat sahabatmu menanyaimu hal tentangku kau malah seperti itu. Aku tau aku nakal dan bukan orang baik. Tapi aku juga punya cinta. Kau tau, aku sudah merencanakan ini dari awal. Tadi aku sengaja untuk menyuruh Shin Young pulang duluan dengan alasan appanya yang menjemputnya. Aku menyuruhnya untuk menelepon appanya untuk menjemputnya dan akhirnya appanya menjemputnya. Sebenarnya, appanya sudah pulang dari Amerika seminggu yang lalu, hanya saja ia lupa mengatakannya padamu. Dan munculah ide ini. Ia sama sekali tidak tau jika aku akan melakukan ini padamu. Ia hanya tau jika aku ingin mengantarmu pulang. Dan kau tau, sebenarnya tadi penjaga sekolah ini tidak akan pulang, tapi aku yang menyuruhnya pulang. Anaknya memang sakit, berita ini kuperoleh kemarin. Setelah aku menyuruhnya pulang, lalu aku mendekatimu dan... kau tau kan? Hahahaha” setelah menjelaskan semuanya, Jaejoong tertawa senang. Hyun Rin hanya menangis. Dia tidak habis pikir, di sekolah ini ada orang sejahat Kim Jaejoong.
“Baiklah, kita lanjutkan jagi. Kau jangan menangis seperti itu dong jagi. Seharusnya kau menikmati permainan ini. Bukankah ini sangat nikmat?” tanpa pikir panjang, Jaejoong langsung memasukkan juniornya kedalam lubang sempit itu.
“Ah~~ Jangan sunbae! Kumohon jangan! Ah~~! Sakiiiit sunbae~ Ah~!”
“Tenanglah~ Milikmu ini sempit sekali.” Jaejoong terus memasuka Juniornya hingga seutuhnya dapat masuk. Kemudian ia memaju mundurkan juniornya itu sambil meremas payudara Hyun Rin yang besar itu. Dirasakannya cairan hangat itu masuk ke dalam rahim Hyun Rin. Hyun Rin membelalakan matanya ketika merasakannya.
“Sunbae~ K.k.kau~” kata Hyun Rin terbata-bata dan kaget.
“Bagaimana jagi? Kau suka kan?” senyuman jahat itu kembali muncul di bibirnya.
‘Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana ini? Dia telah memasukan spermanya dalam rahimku. Aku ini masih 16 tahun. Bagaimana jika nanti aku hamil dan tidak dapat melanjutkan sekolahku? Kenapa Jaejoong sunbae harus melakukan ini padaku? Kenapa?’batinnya.
Jaejoong sekarang membuka ikatan tangan Hyun Rin. Lalu Jaejoong menyuruh Hyun Rin untuk menungging.
“Jagi, menungginglah~ Ya?”
“Kau mau apa sunbae? Apakah tadi tidak cukup? Hah?”
PLAK
Tanparan itu mendarat di pipi mulus Hyun Rin. Kali ini dia tidak pingsan. Hanya rasa sakit dibagian pipinya yang dirasakannya. Hyun Rin mulai menuruti apa yang dikatakan Jaejoong tadi. Sambil menangis, ia membalikkan badannya. Kemudian Jaejoong memasukkan juniornya di lubang pantat Hyun Rin.
“Ah~ sunbae! Kumohon jangan disitu.” Sebenarnya sangat sulit untuk masuk ke situ, tapi dengan usaha Jaejoong, junior itu dapat masuk sempurna ke lubang itu.
“Tenang saja, ini lebih nikmat dari yang kau bayangkan.” Jaejoong terus saja melakukan aksinya itu. Sesekali diremasnya buah dada itu sambil memaju mundurkan juniornya ke dalam lubang pantat itu.
“Ah~ Euh~ Sakit sunbae. Sakit sekali~!!!!” Jaejoong tak peduli apapun yang dikatakan yeoja itu. Setelah sekian lama, akhirnya Jaejoong mulai meresa lelah dan melepaskan jepitan juniornya.
“Apa kau lelah?” tanyanya pada Hyun Rin. Hyun Rin hanya menangis, dia tidak dapat menjawab apapun.
“Sunbae, kau jahat! Kau jahat! Aku benci kau, aku benci kau!” kata Hyun Rin sambil memukul-mukul dada Jaejoong.
“Jagi, gomawo~ Hari ini, aku sangat senang sekali. Kau memang yeoja yang cantik. Aku senang dapat memilikimu. Saranghae~” Hyun Rin geram, kenapa disaat seperti ini Jaejoong malah mengucapkan terimakasih dan saranghae. Sekarang hidup Hyun Rin sudah rusak. Dia pasti sangat sedih sekarang. Dia juga pasti tak dapat melanjutkan sekolahnya.
Jaejoong mengambil celananya dan merogoh saku celananya. Dia mengambil handphone nya.
“Yeoboseyo~
“.........”
“Ne, capat kau ke sekolah.”
“.........”
“Baiklah, aku tunggu.”
Kemudian ia menutup telponnya.
“Jagi, cepat kau pakai pakaianmu. Lalu kita pergi dari sini. Aku akan mengantarkanmu pulang.” Kata Jaejoong sambil mengelus ngelus rambutnya dan mengecup bibirnya sekilas.
“Jangan sentuh aku lagi!” jawabnya dengan penuh kekesalan.
“Waeyo jagi? Kau tidak suka?”
“Namja brengsek sepertimu tidak pantas mendapatkan cinta dari seorang yeoja! Kau benar-benar namja brengsek! Kim Jaejoong, sampai kapanpun aku takkan pernah memaafkanmu!”
“Terserah kau saja, cantik.” Tangannya memegang dagu Hyun Rin. Langsung Hyun Rin menepisnya.
15 menit kemudian kedua mobil mewah datang ke sekolah. Ya, salah satunya adalah mobil Jaejoong. Tadi siang ia sengaja untuk menyuruh teman-temannya membawa mobil itu pulang. Setelah selesai berpakaian, Jaejoong membuka pintu yang terkunci itu dan Hyun Rin pun mengikutinnya dari belakang. Teman yang menyetir mobil Jaejoong sekarang berpindah ke mobil satunya. Orang itu melemparkan kunci mobil itu pada Jaejoong. Hyun Rin dipaksa masuk ke dalam mobil itu. Kali ini Jaejoong tak perlu menanyakan dimana rumah yeoja itu, karena Jaejoong pasti sudah tau dimana rumah yeoja itu dengan cara menyuruh teman-temannya untuk menyelidiki.
“Sudah sampai Jagi. Jangan bengong seperti itu.” Hyun Rin tersentak dan terbangun dari lamunannya. Tanpa berbicara sepatah kata pun, Hyun Rin langsung memasuki rumahnya.
“Hmm.. tidak apa-apa untuk sekarang, lihat saja nanti.” Katanya dengan mengeluarkan senyum jahatnya lagi.
Saat mesuk rumah, Hyun Rin melihar ajussi dan ajumma Hyun Rin sedang asyik menonton TV.
‘apa mereka tidak mencemaskanku? Hah?’ucapnya dalam hati.
“Annyeong ajussi, ajuma.” Sapanya.
“Hey, annyeong, kau sudah pulang?” tanya ajussinya.
“Sudah, ajussi. Mian aku pulang larut malam.”
“Oh, Gwaenchana. Kami menunggumu sambil menonton TV nih.” Ucap ajumma nya dengan tersenyum. Ajumma dan ajussinya bahkan tidak menanyakan kemana saja Hyun Rin pergi. Ah, tapi itu melegakan bagi Hyun Rin. Karena kalau sampai ajumma dan ajussinya tau tentang hal tadi sore, pasti mereka akan sangat marah sekali.
Hyun Rin merebahkan tubuhnya di kasur kamarnya. Ia masih merasakan sakit pada kewanitaannya. Sejenak ia menghela napas.
“Hah.. Kenapa semua ini harus terjadi padaku? Kenapa? Aku tidak bisa jika seperti ini. Rasanya aku mau mati saja! Ya Tuhan, apakah ini akhir dari hidupku? Apa hidupku berakhir seperti ini?”
“Tuhan, tolong aku untuk memecahkan semua masalah ini. Aku sudah lelah dengan semua ini.”
Tanpa sadar, Hyun Rin tertidur. Hari-hari berikutnya ia melaluinya dengan kesedihan. Selalu saja setiap pulang sekolah Jaejoong melakukan hal itu padanya. Padahal Hyun Rin sudah menolak. Seperti biasanya, Jaejoong memaksa Hyun Rin. Menamparnya, menjambak rambutnya dan lainnya sampai Jaejoong mencapai kepuasannya. Padahal Hyun Rin sudah tidak kuat dengan semua ini. Ajussi dan ajummanya pun sampai sekarang tidak tau masalah ini, apalagi Shin Young. Jaejoong melarang Hyun Rin untuk menceritakannya kepada teman dekatnya ataupun ajumma dan ajussinya. Jika ia sampai menceritakan itu semua, Jaejoong akan menyebarkan ke semua seluruh murid di sekolah, tanpa terkecuali semua guru-guru. Jaejoong tidak masalah jika dikeluarkan atau apapun. Karena dia anak orang kaya. Dia pasti dapat mencari sekolah lain, kalau perlu di luar negeri. Dan ayah ibunya pasti hanya akan memarahinya dan kemudian membiarkannya. Karna dia tau, ayah ibunya pasti akan melupakannya dan memikirkan bisnis-bisnisnya itu. Dan nama baik keluarga Jaejoong pasti akan cepat kembali baik lagi dengan cara uang. Sedangkan Hyun Rin, keluarganya akan sangat malu. Tidak ada yang dapat memperbaiki nama baik keluarganya. Setelah dikeluarkan dari sekolah, pasti akan sangat sulit mencari sekolah yang dapat menerimanya. Jadi itulah sebabnya kenapa Hyun Rin menuruti perintah Jaejoong agar tidak meneritakan pada keluarga atau teman dekatnya. Ini hanya akan menjadi rahasaia mereka berdua, selamanya.
THE END
Ya ampun, tangan gw pegel dari sore ampe jam 12 malem ngetik ff ini. Ini ff NC keduaku sih, yg satunya agak gagal gitu, ga tau yg ini gagal atau nggak. Dan ini ff pertama aku yang panjang. Yang lainnya pendek semua kayaknya.. Hahahaha... Thanks yang udah baca.. Jangan lupa commentnya ya.... gomawoyooooooooooo~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
JJ-PLEASE LEAVE A COMMENT-JJ