Kamis, 07 April 2011

FF - Something Painful [oneshoot]

Title: Something Painful
Author: Nimas a.k.a Kim Hyun Rin a.k.a nimashinki
Genre:
Rating: All Ages/straight
Cast: Shim Changmin DBSK



-------------------------------

‘Aku selalu menunggumu, aku akan tetap menunggumu sampai kau dapat mencintaiku’

Changmin, dia akan selalu menunggu cintanya walau apapun yang terjadi. Ya, Changmin menyukai sahabatnya sendiri, Kim Hye Rin. Tapi sayang, Kim Hye Rin elah memiliki kekasih dan Changmin tau itu. Cinta Changmin betepuk sebelah tangan. Sungguh menyedihkan bagi Changmin.

Hari ini Changmin berjanjian dengan Hye Rin di taman. Tampak wajah senang Changmin seperti biasanya. Dan hari ini dia memutuskan untuk menyetakan cintanya pada Hye Rin. Dia tidak peduli jika sesuatu terjadi, karena dia hanya ingin mengungkapkan ini agar membuatnya lega dan tidak memendam apapun lagi. Sangat sakit jika memendamnya terlalu lama.


“Hye Rin..”
“Changmin” ucap mereka bersamaan.
“Eh, kau duluan saja Hye Rin.”
“Anni, kau duluan saja.”
“Anni, kau saja Hye Rin.”
“Ne, baiklah kalau itu maumu.” Hye Rin berhenti sejenak.
“Changmin, kau tau tidak, kemarin aku sangat senang sekali.”
“Waeyo? Kau mendapat undian tiket menonton konser JYJ ya?”
“Bukan itu. Kau pasti tidak akan percaya.” kata Hye Rin sambil tersenyum senang.
“Memangnya apa?” Changmin mengerutkan alisnya.
“Kemarin Yunho melamarku! Ah betapa senangnya aku. Rencananya aku akan menikah 1 bulan lagi.”
“Mwoo? Kau menikah?” rasanya ditempat itu sudah mulai terasa panas. Changmin merasa cemburu. Hati Changmin tak karuan. Ia ingin sekali berteriak, tapi tak bisa. Padahal tadi dia ingin mengungkapkan perasaanya pada Hye Rin.
“Ne! Machayo! Kau kapan?” tanya Hye Rin, tapi Changmin tidak mempedulikan pertanyaan Hye Rin yang terakhir. Dia terdiam sejenak, lalu mulai berbicara.
“Selamat ya. Aku ikut senang.” katanya sedikit lemas.
“Katanya ikut senang, tapi wajahmu tidak terlihat senang.” Hye Rin mengetahui itu.
“Ne, aku senang kok. ” Changmin mencoba tersenyum lebar agar Hye Rin tidak curiga.
“Iya deh, lalu kau, apa yang ingin kau katakan padaku tadi?” Changmin kaget mendengarnya.
“Emm.. tidak jadi deh. Lupakan saja.”
“Memangnya apa? Aku ingin mendengarnya.”
“Kau tidak akan mengerti Hye Rin. Sudahlah, lupakan saja.”
“Ne, baiklah.” Hye Rin menyerah, tidak bisa memaksa Changmin untuk bercerita.

Mereka memutuskan untuk pulang sendiri-sendiri. Bukan mereka, tapi Changmin yang meminta Hye Rin untuk pulang sendiri-sendiri. Karena hati Changmin masih sakit, ia ingin menenangkan dirinya sejenak.

Terlihat Changmin disebuah bar yang bernama bar DBSK sedang mabuk tak karuan. Hatinya sangat sakit. Dia berharap apa yang dikatakan Hye Rin tadi bukanlah kenyataan. Tapi itu nyata.

“Changmin-ah, kenapa kau bisa disini? Ayo kita pulang, kau jangan terlalu banyak minum.” seorang yeoja datang mendapati Changmin yang sudah mabuk berat. Dia adalah Kang Hanna, wanita yang sangat menyukai Changmin dan sangat mempedulikan Changmin, tapi dia juga sama seperti Changmin. Dia menyembunyikan perasaannya. Dia sangat tau sekali apa yang dirasakan Changmin.
“Sihreo!! Aku tidak mau pulang. Aku masih ingin disini.” kata Changmin yang masih mabuk.
“Ya! Sampai kapan kau akan memikirkan gadis itu terus! Dia sudah mempunyai kekasih!” katanya seraya duduk disebelah Changmin. Changmin tersandar di bahu Hanna.
“Hana-ya, dia akan menikah satu bulan lagi. Aku harus bagaimana?” tetesan bening jatuh di pipi Changmin.
“Kau harus belajar melupakannya. Ya?”
“Aku tidak bisa, Hanna. Ini terlalu sulit untukku. Aku sangat mencintainya.”
“Changmin-ah, kalau kau seperti ini, kau akan menderita. Aku tidak ingin kau menderita.” katanya. Tanpa sadar Changmin tertidur. Ia segera membawa Changmin pulang dengan mobilnya.Ia tak ingin Changmin terus berada di tempat seperti ini. Niatnya ia ke bar itu hanya untuk bertemu teman lamanya. Tapi karna ada Changmin, dia tidak jadi bertemu teman lamanya.

Saat sampai di rumah Changmin, ia membawa Changmin ke kamarnya.
“Changmin-ah, aku mengerti apa yang sedang kau rasakan sekarang, aku juga merasakannya.”
“Andai kau tau kalau aku sangat mencintaimu.”
“Kenapa kau tidak pernah melihat aku? Kenapa kau hanya peduli padanya? Kenapa tidak pernah mencoba untuk suka padaku? Kenapa?” tetesan air menagalir di pipi Hanna yang mulus. Dia tidak bisa menahannya.
“Hye Rin-ah…”
“Hye Rin-ah..” Changmin mengigau nama Hye Rin. Itu hanya dapat membuat Hanna tambah sedih. Hanna tidak dapat meninggalkan Changmin sendirian. Hanna tidak tega melihat Changmin yang seperti ini.


$$$

Pagi telah menjelang, Changmin masih tertidur di kamarnya. Lalu Hanna menghampirinya.
“Hye Rin…”
“Bukan, ini aku Hanna, Changmin.”
“Kau..”
“Aku ingin minum.”
“Ne, sebentar, aku ambilkan ya.” jawab Hanna. Setelah kembali, ia memberikan minuman pada Changmin.
“Kau sudah merasa baikan?” tanyanya pada Changmin.
“Ne, aku sudah merasa baikan. Tapi aku…”
“Sudah tidak usah bicarakan itu lagi. Kau harus belajar melupakannya.” Changmin hanya dapat terdiam. Dia tidak bisa mengatakan apapun. Hatiya sudah terlalu sakit.”

1 bulan berlalu, Changmin masih tetap tidak dapat merubah persaan cintanya pada Hye Rin. Dia tidak bertemu Hye Rin sama sekali. Saat Hye Rin telepon pun, ia tidak mengangkat. Dan daat Hye Rin meng-sms Changmin untuk bertemu, Changmin tidak membalasnya. Terdapat tanda tanya di hati Hye Rin.

“Changmin, kemana dia? Sudah satu bulan aku tidak bertemu dengannya. Kenapa dia tidak pernah megangkat teleponku dan tidak pernam membalas pesanku? Aku merasa diabaikan. Sahabat macam apa dia. Padahal aku ingin curhat banyak dengannya.” gerutu Hye Rin dalam kamar. Dia sama sekali tidak tau apa yang dirasakan Changmin sekarang.

“Oh ya, aku lupa mengirimkan untuknya!” katanya sambil menjentikkan tangannya.

Pada saat di rumah, Changmin hanya duduk di depan tv dan menonton tv untuk menghibur dirinya. Tapi tidak bisa.

Ting tong ting tong. Bel rumah Changmin berbunyi. Changmin segera membukanya.
“Maaf, apakah anda yang bernama tuan Changmin.”
“Ne, ada apa ya?”
“Ada undangan untuk anda tuan. Gamsahamnida, saya permisi dulu.” kata orang itu lalu beranjak pergi dari rumah Changmin.
“Undangan apa ini?” saat membukanya, hati Changmin merasa sakit lagi. Ternyata undangan dari Hye Rin. Undangan pernikahan Kim Hye Rin dan Jung Yunho. Changmin meletakkan undangan itu di meja, dan pergi ke kamar. Dia ingin tidur, melupakan segalanya. Tapi tidak bisa, bayangan Hye Rin selalu saja muncul di pikirannya.

“Eotteoke? Besok adalah hari pernikahan Hye Rin dan Yunho. Aku datang atau tidak?” tanyanya dalam hati.

Hanna datang ke rumah Changmin. Ia memanggil nama Changmin, namun tidak ada jawaban. Ia melihat sebuah undangan yang berada di meja ruang tamu.

“Keterlaluan..” kata Hanna singkat. Ia langsung menuju ke kamar Changmin.
“Changmin, lupakan dia!”
“Aku tidak bisa Hanna. Ini terlalu sulit.”
“Apanya yang sulit? Hah??”
“Ya! Kau tidak mengerti perasaanku!”
“Aku mengerti perasaanmu Changmin. Aku sangat mengerti! Aku juga mengalami hal yang sama sepertimu!”
“Maksudmu?” Changmin bingung dengan perkataan Hanna.
“Ya, aku merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Sama sepertimu. Dan kau tau, siapa yang aku suka?”
“Memang siapa?”
“Kau! Kau yang aku suka. Setiap hari mendengarmu membicarakan Hye Rin, hatiku sangat sakit. Sama sepertimu saat Hye Rin membicarakan Yunho. Kenapa selama ini kau tidak pernah melihatku? Padahal aku sangat peduli padamu!”
“Mianhae Hanna. Aku tidak tau kalau kau mencintaiku. Aku sama sekali tidak tau.”
“Sudah lupakan saja tentang ini. Tidak usah dipikirkan. Aku mengerti.”
“Sekali lagi mianhae Hanna.” hari itu berakhir dengan pernyataan cinta dari Hanna. Dan hari itu Hanna menginap di rumah Changmin.


$$$

Hari telah berganti. Hanna mencoba membangunkan Changmin yang masih tetidur pulas di tempat tidur.

“Changmin-ah! Ayo bangun! Kita hari ini harus pergi!”
“Pergi kemana?”
“Ke pernikahan Hye Rin dan Yunho. Apa kau sudah siap?”
“……”
“Ah, aku tidak akan memaksamu jika kau belum siap.”
“Izinkan aku mengatakan sesuatu padamu saat ini. Aku sudah memikirkannya semalaman.” kata Changmin sambil memegang bahu Hanna
“Memangnya ada apa?”
“Aku akan mencoba belajar mencintaimu dan mulai merelakan Hye Rin.”
“Apa kau yakin dengan keputusanmu..?”
“Ne, aku yakin. Aku sangat yakin. Aku sudah memikirkan ini semalaman, mana mungkin tidak seyakin ini.”
“Changmin-ah. Gomawo telah memberikan cintamu padaku.” kata Hanna seraya tersenyum pada Changmin.
“Ne, kaja kita siap-siap, kita harus datang ke pernikahan Hye Rin kan?”
“Ne, araseo.”

Pada saat di pernikahan Yunho dan Hanna Changmin hanya dapat memendap perasaan sakitnya. Sekarang ia sudah memiliki Hanna. Dia tidak mungkin menyukai Hye Rin lagi. Dia sudah mencoba merlakan ini semua. Tapi hatinya sakit saat mereka mengikat janji di hadapan banyak orang.

“Gomawo kau sudah datang.” kata Hye Rin pada Changmin.
“Cheonmaneyo.” jawabnya singkat.
“Kemana saja kau, tidak pernah mengangkat telepon dariku dan tidak pernah membalas pesan dariku?”
“Aku sangat sibuk.” Changmin mencoba tersenyum.
“Sibuk apa? Ngomong-ngomong ini siapa? Pacarmu ya?” Changmin hanya tersenyum malu, begitu juga dengan Hanna.
“Ne, dia pacarku. Namanya Hanna.”
“Hai Hanna.”
“Hai”

Seperti inilah akhirnya. Hanna telah berpacaran dengan Changmin. Tapi Hye Rin tetap tidak mengetahui perasaan cinta Changmin dulu pada Hye Rin. Changmin dan Hanna memang sengaja tidak ingin mengungkit-ungkit itu lagi. Dan Changmin pun memutuskan untuk ke jenjang yang serius dengan Hanna. 2 bulan lagi mereka akan melaksanakan pernikahan. Hanna sangat senang jika akhir kisah cintanya seperti ini dengan Changmin.


THE END


————————————-

Gimana readers? Jelek ya? hehehe Gaje kan? masa pertama Changmin pertamanya bakan nungguin Hye Rin sampe bisa cinta ama dia, tapi endingnya malah begini. Haha mian, aku ga pinter bikin ff.
jangan lupa comment ya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JJ-PLEASE LEAVE A COMMENT-JJ