Kamis, 07 April 2011

FF - Love, heart, and feel [part 1]

Title: Love, heart, and feel [part 1]
Author: Nimas a.k.a Kim Hyun Rin a.k.a nimashinki
Genre:
Rating: - /straight
Cast: Bisma SM*SH, Kim Jaejoong DBSK, DBSK [next part]
---------------------------------------
Sepasang kekasih mejalin cinta di pinggiran kota Jakarta yang megah. Saling berpegangan tangan, bercanda tawa melepas kesepian. Terlihat wajah si pria menjadi lebih serius. Ia membelai rambut gadis itu.
"Putri, aku mau ngomong sesuatu yang penting." kata pria itu.
"Kamu mau ngomong apa? Hmm?" tanyanya.
"Sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu."
"Aku.. aku.. aku harus pergi." kata pria itu.
"Bisma, maksud kamu apa?"
"Aku dapet beasiswa kuliah di Korea Selatan. Dan aku harus kesana minggu depan. Kamu nggak papa kan?" jelas cowok yang bernamaBisma itu.
"Kok bisa, Bis? Kenapa kamu nggak cerita kalo kamu ikut beasiswa ini?"
"Karena aku takut kamu nggak setuju."
"Apa kamu mau mutusin aku, Bis?" tanya Putri.
"Aku kan nggak pernah bilang gitu, beib." jawabnya seraya tersenyum pada Putri.

"Kamu berapa lama disana?"
"Aku nggak tau, yang jelas aku bakalan pulang setelah selesai."
"Universitas mana?"
"Uneversitas Inha."
"Bis, kamu janji ga bakalan lupain aku kan?"
"Aku janji sayang." jawab Bisma dengan membelai rambut Putri dan tersenyum.
"Bis, I love you."
"I love you too, Putri."
$$$
Di kamar mungil itu, seorang sahabat sedan berbincang-bincang. Mereka adalah Putri dan sahabatnya, Fera.
"Fer.." Putri memanggil Fera dengan sedikit menunduk.
"Hmm? Kenapa?"
"Bisma mau pergi." katanya singkat.
"Hah? Kemana?" tanya Fera sedikit kaget.
"Ke Korea." jawabnya lagi.
"Korea?? Seirus lo??" Fera tak percaya.
"Gue serius. Masa gue bo'ong." Putri menekankan perkataannya.
"Ngapain dia disana?"
"Dia dapet beasiswa kuliah di Universitas Inha."
"Wah, hebat dong kalo gitu! Trus kenapa lo malah sedih? Harusnya lo seneng dan ngedukung dia."
"Iya, tapi gue kan jadi ga bisa ketemu ama dia." jawabnya sambil memanyunkan bibirnya.
"Ya udahlah. Itu kan juga demi pendidikan dia. Kalo dia sukses kan, elo juga bangga. Ya nggak?"
"Iya juga sih." katanya kemudian merebahkan tubuhnya di kasur.
$$$$
Seminggu kemudian. Putri segera bersiap siap untuk mengantar Bisma ke bandara. Perasaan Putri sedang bercampur aduk. Putri sebenarnya tidak rela jika Bisma harus meninggalkannya, disisi lain dia juga bangga karena pacarnya mendapat beasiswa kuliah di Korea. Sesampainya di bandara, Putri hanya menekuk mukanya seakan tak ingin Bisma pergi.
"Bis, kamu jangan lama-lama ya disana."
"Tenang aja, Put. Aku nggak bakalan lama-lama kok. Setelah selesai, pasti aku langsung pulang."
"Bis, kamu jaga diri kamu baik-baik ya disana. Kamu jangan pernah lupain aku. Satu lagi, jangan pernah lupa buat telfon atau sms aku ya!"
"Iya sayang. Itu pasti." jawabnya sambil memengang bahu Putri. Kemudian mereka berpelukan.
"Bis, nanti kalo udah sampe, kamu telfon aku ya!" Putri melepaskan pelukannya.
"Iya. Oh ya Put, aku pergi dulu ya!"
"Hati-hati ya, Bis." Bisma hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan Putri.
$$$
Seminggu setelah kepergian Bisma. Bisma tak kunjung menelefon ataupun mengirim pesan pada Putri. Padahal Bisma janji untuk menelefon setelah ia sampai. Tak ada satupun kabar dari Bisma. Putri mulai cemas. Putri selalu berfikir yang tidak-tidak tentang Bisma. Di kampusnya, Putri pun terus kepikiran masalah Bisma. Saat di kantin bersama Fera, dia menanyakan masalah ini pada Fera.
"Fer, kok Bisma ga pernah telfon gue ya. Padahal dia janji ama gue bakal telfon gue setelah dia sampe di Korea. Tapi kenapa sampe sekarang dia ga telfon gue ya." katanya sambil mengaduk-aduk es campur yang ia pesan tadi.
"Mungkin dia lagi sibuk kali Put." kata Fera.
"Masa sesibuk itu sih. Nggak mungkin lah kalo dia sampai sesibuk itu sampe ga sempet telfon gue."
"Atau mungkin dia nggak punya pulsa kali." kata Fera ngasal.
"Ah itu nggak mungkin juga. Dia itu selalu tepat waktu buat beli pulsa."
"Kenapa nggak lo aja yang telfon dia?"
"Ya jelas nggak bisa lah. Pasti nomer hp dia itu ganti. Mana ada kartu 3 di Korea. Hah? Makanya gue nungguin telfon dari dia nih."
"Iya juga ya. Oh ya, kenapa lo nggak nyusulin ke Korea aja. Hmm? Gimana?" Fera menjentikkan jarinya.
"Ide lo emang gila! Tapi perlu dicoba sih. Mumpung gue ada tabungan. Hihihihi.." katanya sambil tetawa.
"Lo beneran mau nyoba ide gue ini?" Fera tak percaya jika Putri menyetujui ide gila itu.
"Iya dong. Lo mau ikut gue nggak?" tanya Putri.
"Nggak deh, gue nggak ada duit." jawabnya sedikit ketus.
"Fer, ikut gue aja yuk. Please.."
"Ogah ah. Lo aja sana!"
"Fer, lo tu baik deh, cantik bgt, apalagi lo itu pinter bgt. Mau ya, Fer? Ayolah Fer! Ya? Ya? Ya?" Putri berusaha membujuk Fera, dan akhirnya Fera setuju.
"Iya deh iya. Tapi gue liat dulu tabungan gue."
"Serius Fer? Aduh, makasih ya Fer. Lo emang temen gue yang paling baik sedunia." Putri tertawa tersenyum kegirangan.
"Apa sih, nggak usah berlebihan gitu deh."
"Hahaha, namanya juga terlalu seneng."
$$$
Siang yang panas ini membuat kedua gadis itu harus berteduh di restoran kecil itu. Mereka juga memesan makanan untuk mereka.
"Put, ada kabar bagus nih?" Putri langsung tersentak mendengar ucapan Fera.
"Apaan?" tanyanya.
"Tante gue yang tante Mira itu tinggal di Korea lho. Kita bisa numpang disana. Gimana?"
"Setuju bgt gue. Itu malah lebih bagus. Kita ga perlu keluar uang buat bayar hotel."
"Siip kalo gitu. Besok lusa aja gimana?"
"Hah? Nggak terlalu cepet tuh?" Lagi-lagi Putri kaget.
"Lo belom siap ya? Ya udah, kita bisa beberapa minggu lagi kok kesananya."
"Ah, nggak, nggak. Bukan gitu. Kita kan belom siap apa-apa."
"Itu mah gampang. Gue yang urus semuanya." kata Fera meyakinkan Putri.
"Oke deh."
$$$
"Put, cepetan!" ajak Fera.
"Iya, iya bentar. Sabar napa. Kan gue yang punya tujuan, kepa jadi lo yang nggak sabaran." sahut Putri.
"Ah udah deh, yuk."
Akhirnya mereka berdua menuju bandara. Mereka sudah tidak sabar ingin cepat sampai ke Korea. Apalagi Putri, dia tidak sabar untuk bertemu Bisma, kekasihnya. Dia sudah sangat rindu sekali pada Bisma. Saat di dalam pesawat, yang mereka lakukan hanya tidur dan tidur. Karena tidak ada aktivitas yang dapat menyibukkan mereka. Handphone pun tak boleh dinyalakan. Jadi tak ada hiburan sama sekali.
"Mbak, maaf mbak. Sudah sampai." seorang pramugari membangunkan mereka.
"Heh? Apa?" Putri menggerak-gerakkan tubuhnya lalu Fera mengucek matanya.
"Sudah sampai." jawab si pramugari dengan singkat.
"Oh, udah sampai ya?" tanyanya tak percaya. Kemudian mereka mengambil barang-barang mereka dan turun dari pesawat.
$$$
Setelah mereka turun dari pesawat, mereka langsung mencari taksi untuk mengantar mereka ke rumah tantenya Fera. Rasa senang menyelimuti hati mereka. Mereka masih tidak menyangka bahwa bahwa mereka sekarang ada di Seoul. Sekarang merekaa sudah sampai di rumah tantenya Fera.
"Tok tok tok.. Tante, annyeonghaseyo.." ucap Fera.
"Ih, sok korea deh lo," kata Putri.
"Biarin, kita kan emang ada di Korea."
"Tapi ya ga gitu juga kaliii."
"Eh kalian udah dateng." kedatangan Tante Mira membuat pertengkaran kecil mereka terhenti.
"Ah, tante. Iya, kita baru aja sampek." jawab Fera sraya tersenyum pada tante Mira.
"Ya udah yuk! Kita masuk!" ajak tantenya.
"Wah, ternyata kamu udah gede ya Fer. Dulu tuh kamu masih kecil banget. Hehehe..." ucap tante Mira dan mau tak mau mereka harus ikut tertawa kecil.
"Eh iya tan. Aku juga baru tau wajah tante yang sekarang. Abisnya udah lama sih tante ama om ga ke Indonesia. Hehehe..." kata Fera diikuti dengan senyuman.
"Maklum lah.. Tante tu disini sibuk banget. Om Bagas juga sibuk ama perusahannya disini. Oh ya, tante kenalin anak tante ya! Bentar tante panggilin dulu... Ju Won! iriwa ! neoege mwongareul malhago sipeo..(kemarilah! aku ingin memberitahumu sesuatu)" panggil tante Mira pada anaknya, Kim Ju Won. Tante Mira sudah lama tinggal di Korea, semenjak Fera belum lahir. Ju Won juga lahir dan dibesarkan di Korea. Padahal keluarga tante Mira tidak ada yang keturunan dari Korea. Tapi anaknya diberi nama Ju Won, karena tante Mira akan menetap di Korea selamanya. Ternyata Ju Won itu sebenarnya bisa berbahasa Indonesia. Hanya saja tante Mira selalu membiasakan dia untuk memakai bahasa Korea walaupun mereka sedang ada di rumah. Kemudian Ju Won anak laki-laki tante Mira keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang tamu.
"Waeyo eommoni?" tanya Ju Won.
"Ju Won, Sogae, i Fera do... (Perkenalkan, ini Fera dan juga...)" kata tante Mira sambil menunjuk Fera, kemudian menunjuk Putri, tapi tante Fera lupa dengan nama Putri yang diceritakan Fera.
"Putri, tante." jawab Putri.
"Ah iya! Putri.." tante Mira kemudian menjentikkan jarinya.
"Annyeong, Ju Won imnida." sapa Ju Won.
"Eung...??" Putri mengernyit bingung.
"Maksudku, aku Ju Won. Bangawoyo.. eh maksudku, senang bertemu dengan kalian."
"Ah, iya. Kita juga senang." lanjut Fera. Kemudian Putri tersenyum senang. Sepertinya ia menyukai Ju Won. Ah tapi dia langsung menepisnya. Dia sudah punya Bisma sekarang! Dia tidak mungkin menyukai Ju Won, dan tidak akan pernah.
"Eumm.. Oh ya, kalian pasti capek. Tante udah siapin kamar buat kalian berdua. Ayo, ikut tante!" lalu mereka mengikuti tantenya dari belakang untuk menuju kamar yang akan mereka tempati.
"Oh iya tante." jawab Putri dan tersenyum.
"Ini dia tempatnya. Semoga kalian betah ya. Oh ya, mulai sekarang kalian jangan panggil tante. Panggil aja ajumma. Menyesuaikan tempat. Hehehe.. Walaupun kalian tidak bisa berbahasa Korea, tapi ini wajib. Hahaha.. Karena kalau teman-teman Ju Won bermain kesini, mereka selalu memanggil ajumma. Kalian mau kan memanggil ajumma?" ucap tantenya itu yang sekarang berubah panggilan menjadi ajumma.
"Oke ajumma. Pasti kami akan memanggil ajumma. Hehehe.." kata Fera sambil mengacungkan jempolnya.
"Yaudah, kalian istirahat dulu ya.."
"Iya, ajumma. Gamsahamnida, ajumma." kata Fera.
"Ih sok tau lagi deh." sindir Putri.
"Apa sih.. :p" kata Fera sambil menjulurkan lidahnya.
"Udah ah, yuk istirahat. Besok kan kita harus cari Bisma." Putri mendesah lega dan membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk itu.
"Hah? Besok? Cepet banget Put!" Fera kaget mendengar ucapan Putri.
"Yaiyadong, gue udah ga sabar nih mau ketemu Bisma." Putri bangun dari tempat tidurnya.
"Ya ampun lo ga sabaran banget sih. Kita disini masih lama kali.."
"Udahlah Fer, nurut aja napa."
"Iya iya Put. Ngikut aja deh gueeee..." ucap Fera pasrah.

TBC... Comment please.......! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JJ-PLEASE LEAVE A COMMENT-JJ