Hari yang indah, hari yang aku nantikan.
Murid di sekolah SMP Negeri 4 Tulungagung kelas IX G sedang focus mendengarkan guru sedang menerangkan. Aku malah asyik melamun sendiri sambil tersenyum.
“Desu, pasti kamu lagi nglamunin Jaejoong ya?” kata temenku yang bernama Gati, dia kadang dipanggil Gatonso atau Gatun. *hahaha* Di rumahnya dia memelihara sebuah bebek sehingga teman-teman banyak yang membuat lelucon tentang bebeknya. Gati tepat duduk dibelakangku. Dan nama panggilanku Desu, nama asliku Nimas. Hanya Gati yang memanggilku Desu.
Aku yang tidak sadar langsung kaget.
“Hah? Kenapa sih?”
“Ahh, selalu aja jaejoong.” tiba-tiba temanku yang duduk disamping Gati yang bernama
Ika menyahut. Ika, dia biasa dipanggil Om.
“Ah, apaan sih udah deh.” aku mencoba menghentikan semuanya dan focus ke pelajaran.
***
Suatu ketika, aku bercerita kepada Gati sesuatu.
“Gat, Jaejoong bla bla bla bla….” aku membicarakan Jaejoong.
“Trus gmn?”tanya gati lanjutannya
“Bla bla bla bla….. Jaejoong gitu lohhh” kataku membanggakan Jaejoong
“Udah deh, mulai lagi Jaejoongnya. Menurutku kamu kok lebay sih, over acting.” kata si Om alias Ika.
“Kenapa sih om..? Biarin ajalah.. kan nggak ada salahnya ngefans.” kataku
“Iya, menurutku kamu lebay, kamu nggak usah lebay gitu. biasa aja.” kata temanku yang namanya Riska. Dia duduk tepat di samping kananku.
***
Pada suatu hari…
“Om, kamu kok tidur sih?” tanyaku.
“Duh pelajarannya bikin ngantuk.” ya, itulah enaknya tempat duduk dekat tembok, tapi aku tak merasakannya. yang merasakannya hanya Riska dan Ika.
***
Ada lagi…
“Gat aku kasih tau lagu DBSK yg bagus.” usulku kepada gati. Lalu aku memutarkan sebuah lagu DBSK yg mellow.
“Aku nggak suka lagu TVXQ yang begini. Aku suka lagunya yang rancah.” rancah dalam bahasa jawa, aku nggak bisa nerjemahin ke b.indo, susah.
“Ah Gati.”
“Bentar-bentar, aku mau play lagu Wrong Number.” kesukaan Gati memang Wrong Number.
“Desu, kamu cari lagu yang Hey! (Dont Bring Me Down) dong..” lanjut Gati.
“Iya gat, aku cari.”
***
“Ka, ini caranya gimana?” tanyaku pada Riska cara mengerjakan Matematika. Riska sepertinya sedang asyik mendengarkan guru yg menerangkan.
“Bentar dong, Mas.” jawab Riska.
“Ka…” rengekku
“Kamu kok gitu sih? Kalo kamu lagi ngedengirin gurunya nerangin aku nggak boleh ganggu, sekarang kamu ganggu aku.”
“iya deh..” jawabku pasrah.
***
Saat pelajaran Bahasa Indonesia, kita diharuskan berkelompok 4 orang, nah aku Gati, Ika dan Riska satu kelompok. Saat itu si Om/Ika sedang bercerita tentang keinginannya dipeluk oleh cowok dengan gaya berbeda. Suatu ketika dia menceritakan tentang seseorang yang sedang pelukan.
“Eh aku pernah liat orang pelukan di sepeda motor, ceweknya diatas sepeda motor trus dipeluk cowoknya. Ah,, aku pengen!!!” kata Ika, kira-kira begitu dia bilang.
“Eh, itu gmn sih Om?”tanya Gati pada Om, ya Gati kadang agak nggak nyambung gitu.
“Ya gitu tadi gat.”
“Oh gitu, jadi ceweknya pas dipeluk ginjal-ginjal (indo:jikrak-jingkrak)?” kata Gati.
“Ya ampun bukan gitu Gat…”
Akhirnya kamu semua pun tertawa tanpa henti. Jika aku mengingatnya sekarang aku juga masih bisa tertawa. Setiap mengingat kejadian itu kami tertawa.
Tapi itu hanyalah sebuah kenangan. Cerita diatas adalah sebuah kenangan yang takkan kembali lagi. Kami diharuskan pindah kelas. Entah untuk apa. Semua murid kelas IX dari A sampai H dipencar. Sekarang aku tetap di G, Gati di D, Ika di C. Mereka sangat jauh. Tapi untung ada Riska, dia tidak begitu jauh. Dia berada di kelas H. dekat dengan kelas G. Kadang aku ke kelas C bersama Riska. Juga aku pergi ke kantin bersama Riska. Tapi kunjungan rutinku ke kelas C jadi jarang, bahkan akhir-akhir ini aku belum kesana sama sekali. Aku dan Riska hanya jajan di kantin saja. Tak lupa dengan satu teman lagi, yaitu Emi. Tapi beberapa hari yang lalu aku dapat bertemu Gati karena sewaktu itu dia ingin minta lagu-lagu Korea terbaru padaku.
Ika, Riska, Gati, aku ingin tetap bersama kalian walau kita berbeda kelas. Aku ingin disaat nanti kita lulus, kita tetap bersama seperti dulu.
Karena saat aku di kelas dan saat pelajaran, juga saat aku memandang meja dan kursi yang kaita tempati dulu, rasanya aku ingin menangis. Tapi ku tahan. Perasahabatan ini semoga sampai akhir. Amin…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
JJ-PLEASE LEAVE A COMMENT-JJ